Category: Bayi

Pentingnya Mengenali Ciri-Ciri Bayi Autis

Pentingnya Mengenali Ciri-Ciri Bayi Autis 1

Kelahiran bayi adalah moment yang paling ditunggu oleh setiap orang tua dan orang tua selalu berharap anak mereka lahir dengan selamat dan bayi yang sehat. Namun beberapa bayi juga memiliki kelainan tertentu karena berbagai macam penyebab. Anda harus dengan cepat mengenali ciri-ciri bayi autis supaya anda bisa juga dengan cepat untuk mengobatinya.

Penyebab bayi autis

  1. Kelainan genetik
  2. Tumor otak
  3. Gangguan sistem saraf
  4. Epilepsi

Kelainan genetik adalah bawaan gen ayah dan ibu yang mengandung kelainan namun tetap dibuahi. Risiko ini sangat tinggi diturunkan oleh orang tua, karena dalam hal ini orang tua menurunkan gen yang rusak atau membuahi gen yang rusak. Gen rusak yang diturunkan bisa saja diakibatkan oleh makanan yang tidak baik untuk anak bayi. Biasanya hal ini terjadi karena salah satu atau kedua orang tua sering mengkonsumsi alkohol. Alkohol sangat berbahaya untuk kesehatan janin, hal itu bukan hanya peringatan biasa saja. Rokok yang mengandung nikotin atau makanan dan minuman bersoda yang dikonsumsi terus menerus juga sangat berbahaya.

Begitu juga dengan penyebab-penyebab yang lainnya seperti tumor otak juga dilansir karena paparan bahan kimia berbahaya. Baik itu dari makanan, minuman atau radiasi barang-barang elektronik. Oleh karena itu, untuk ibu melahirkan sebaiknya tidak terlalu sering menggunakan smartphone di dekat bayi saat momong bayi.

Ciri-ciri bayi autis

Ciri-ciri bayi autis bisa dilihat dari beberapa gejala yang dapat dilihat langsung yaitu :

  1. Bayi tidak merespon rangsangan suara, cahaya atau sentuhan-sentuhan
  2. Bayi jarang menangis atau tertawa
  3. Pandangan yang tidak fokus atau tidak menatap ketika diajak bicara
  4. Perkembangan yang berbeda pada fase perkembangan pada umumnya seperti pada umur 2 bulan dan seterusnya belum bisa menggenggam benda
  5. Kemampuan mengeluarkan suara atau belajar berbicara yang lebih lambat daripada bayi biasa

Untuk lebih jelasnya anda bisa juga membaca artikel pada link https://babyologist.com/blog/pentingnya-mengenali-ciri-ciri-bayi-autis-n2313. pada artikel ini lebih detail menjelaskan tentang ciri-ciri bayi autis bahkan dari sejak 0-12 bulan. Berbagai ciri-ciri ini bisa anda temukan sesuai dengan fase perkembangan bayi. Misalkan diumur 0 sampai 2 bulan bayi biasanya baru merespon cahaya, suara dan sentuhan. Contoh sederhananya misalkan ketika dia kencing anak bayi biasanya menangis karena tidak suka pakaiannya basah. Namun bagi bayi autis dia tidak merespon sama sekali bahkan meskipun buang air besar juga tidak menunjukkan emosi dengan baik.

Cara mengobati bayi autis

Cara mengobati ciri bayi autis tidak terlalu mudah juga tidak terlalu sulit. Pengobatan sejak dini lebih sulit daripada saat perkembangannya sudah menginjak usia matang. Untuk mengobati bayi autis hampir sama dengan mengobati autisme orang dewasa. Mereka hanya butuh rangsangan dan terapi untuk melatih saraf yang tidak berfungsi secara maksimal. Autisme pada bayi lebih sulit karena respon rangsangan cukup lebih lambat dibandingkan dengan saat perkembangannya lebih matang. Daya rangsang bayi lebih rendah dibandingkan dengan usia lebih dewasa. Namun rangsangan dengan komunikasi cukup membantu karena fungsi organ-organ seperti pendengaran masih berfungsi dengan maksimal. Memori otak juga masih belum terlalu lelah untuk menerima rangsangan dari luar. Selain rangsangan melalui komunikasi lingkungan juga penting, yaitu dengan membesarkannya pada lingkungan yang aman dan tidak terlalu bising atau banyak gangguan sosial. Namun tidak dibenarkan jika memisahkannya dari dunia sosial dengan dalih melindunginya.

Manfaat Buah Naga Untuk Bayi 6 Bulan

Manfaat Buah Naga Untuk Bayi 6 Bulan 2

Bayi 6 bulan sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI lainnya karena sudah melewati fase ASI ekslusif. Namun beberapa ibu 3 bulan atau mendekati 6 bulan sudah ada juga yang memberikan bayi mereka makanan pendamping ASI. Ada yang sudah memberikan nasi, makanan-makanan ringan seperti biskuit-biskuit bayi dan atau buah-buahan lunak. Buah-buahan terutama sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak bayi yang menginjak 6 bulan. Salah satu buah yang di anjurkan yaitu buah naga untuk bayi

Kenapa buah naga ?

Buah naga mengandung banyak vitamin magnesium, potasium dan beberapa kandungan nutrisi lainnya. Lebih lengkapnya bisa baca di link https://babyologist.com/blog/manfaat-buah-naga-untuk-bayi-6-bulan-n2798. Pada link tersebut anda bisa mengetahui kelebihan mengkonsumsi buah naga untuk bayi.

Buah-buahan sangat penting untuk bayi karena variasi makanan juga penting diberikan untuk memenuhi asupan serat bayi. selain memperlancar metabolisme tubuh, buah naga juga membuat bayi tertarik untuk makan buah. Warnanya yang merah membuat bayi cepat tertarik. Umur 6 bulan bayi sudah menunjukkan aktifnya untuk melakukan banyak hal maka dari itu asupan penunjang aktivitasnya juga harus memadai.

Ciri-ciri buah naga yang aman dan cara memilihnya

Buah-buahan adalah makanan yang sangat bermanfaat untuk manusia, namun buah-buahan juga bisa saja menjadi racun untuk yang memakannya. Kapan buah-buahan menjadi racun ? buah-buahan akan menjadi racun disebabkan oleh berbagai hal :

  1. Mengandung bahan kimia

Buah-buahan yang mengandung bahan kimia biasanya berasal dari pestisida yang digunakan oleh petani buah. Pestisida yang digunakan adalah pestisida kimia yang tidak bisa hanya dengan dicuci saja. Bahan tersebut menyerap kedalam kulit buah-buahan yang anda akan makan. Namun untuk buah naga memang jarang sekali menggunakan pestisida, karena pestisida hanya diberikan untuk buah-buahan yang sangat disenangi oleh hama. Buah naga bisa saja mengandung bahan kimia berbahaya jika pupuk yang digunakan adalah pupuk kimia. Buah naga yang diberikan pupuk kimia tidak bisa langsung dimakan, anda sebaiknya menunggu seminggu sampai 2 minggu untuk dapat mengkonsumsinya. Maka dari itu buah naga untuk bayi yang aman adalah buah naga yang tidak mengandung bahan kimia.

  1. Terkontaminasi bakteri

Buah-buahan kerapkali juga terkontaminasi dengan bakteri dengan berbagai penyebabnya. Ciri-ciri buah-buahan yang terkontaminasi dengan bakteri jahat adalah warnanya yang berubah isi maupun kulitnya. Buah naga yang terkontaminasi dengan bakteri jahat bisa dilihat dari bau buah isi dalam buah dan teksturnya yang sudah tidak segar atau mengalami pembusukan. Buah naga dapat bertahan atau aman dikonsumsi sampai satu minggu setelah dipetik. Lebih dari itu sebaiknya anda tidak mengkonsumsinya apalagi jika anda sudah mengupasnya karena dapat terkontaminasi dengan bakteri jahat. Kandungan buah naga yang kaya akan nutrisi jika sudah terkontaminasi dengan bakteri jahat sangat berbahaya untuk kesehatan.

Selain dua hal tersebut, buah naga untuk bayi sebaiknya tidak dicampur dengan bahan-bahan yang berbahaya seperti soda atau cuka. Kedua bahan makanan ini adalah bahan makanan yang tidak baik untuk kesehatan bayi. misalkan anda berinisiatif untuk membuat kreasi makanan dengan tambahan bahan kedua bahan tersebut sebaiknya jangan anda lakukan. Kedua bahan tersebut tidak baik untuk usus bayi, oleh karena usus bayi masih rentan belum memiliki daya tahan yang kuat. Jika anda ingin membuat kreasi makanan pendamping ASI dari buah naga maka gunakanlah bahan-bahan campuran yang aman untuk kesehatan bayi.

Tips Membuat ASI Berhenti Paling Mudah dan Murah Meriah

Tips Membuat ASI Berhenti Paling Mudah dan Murah Meriah 3

Cara menghentikan ASI biasanya akan berguna bagi para bunda yang sudah menyusui si baby selama 2 tahun. Pemberian ASI pada bayi memang dianjurkan sampai waktu dua tahun karena hal tersebut akan berpengaruh pada perkembangan, pertumbuhan dan kecerdasannya. Akan tetapi, sebagian bunda masih merasa khawatir jika si baby menangis saat tidak diberi ASI atau mungkin bunda belum menemukan cara yang pas untuk dapat menghentikannya. Jika bunda belum juga menemukan cara yang tepat untuk menghentikan produksi ASI, bunda bisa menyimak informasi berikut ini.

 

Cara Menghentikan ASI paling Mudah

  1. Menghindari Memompa ASI

Ketika ASI tidak dikeluarkan atau tidak diminum, memang awalnya payudara seperti nyeri. Nyeri itu akan berlangsung lama sampai akhirnya hilang setelah diminum oleh si kecil. Atau, jika memang tidak diminum biasa bunda akan berusaha mengeluarkan ASI dengan cara memompanya. Pada saat bunda sudah ingin menghentikan ASI, ada baiknya bunda menghindari pompa karena hal tersebut tidak akan menghentikan produksi susu. Alangkah baiknya, meski terasa nyeri pada awalnya, bunda mencoba mendiamkannya. Biasanya, setelah didiamkan, kelenjar susu akan mengurangi produksinya dan lama-kelamaan akan berhenti.

  1. Berhenti untuk Menyusui Secara Bertahap

Terkadang hanya karena kasihan pada si bayi, bunda akhirnya masih saja menyusui si bayi sampai usianya lebih dari 2 tahun. Jika bunda ingin si kecil tidak tergantung pada ASI lagi, cobalah alihkan perhatiannya pada aktivitas lain. Atau, jika memang si kecil merasa haus, ajarkanlah pada si kecil untuk meminum air susu menggunakan gelas. Meski awalnya mungkin susah, tetapi lama kelamaan jika bunda terus membujuknya si kecil akan mau minum dengan gelas. Dan produksi ASI pada bunda pun lama kelamaan menjadi berkurang karena tidak lagi diminum oleh si kecil. Tidak perlu memaksakan, bunda hanya harus melakukannya secara bertahap agar si kecil mulai terbiasa untuk tidak menyusu dari ASI bundanya.

 

Cara Menghentikan ASI dengan Bahan Alami

  1. Daun Kubis

Kubis adalah salah satu sayuran favorit para bunda karena kobis bisa diolah menjadi berbagai macam menu masakan. Tetapi kali ini kobis bisa bunda gunakan untuk cara menghentikan ASI secara alami. Saat bunda ingin mencoba menghentikan ASI dengan menggunakan kobis, bunda tidak diminta untuk mengkonsumsi kobis. Kobis digunakan bunda untuk menutupi kedua payudara. Caranya, bunda bisa meletakkan kubis pada kedua payudara selama 1 atau 2 hari. Saat kobis sudah layu, maka bunda bisa menggantinya dengan yang baru. Nantinya, saat bunda rutin melakukan perawatan tersebut, kubis bisa menghentikan ASI yang keluar dari payudara bunda.

  1. Teh Sage

Teh sage adalah salah satu bahan alami yang dipercaya dapat menghentikan produksi ASI. Tidak seperti saat bunda menggunakan kobis, teh sage ini wajib bunda minum saat bunda ingin menyapih si buah hati. Sama seperti ketika bunda membuat minuman teh, bunda bisa menyeduh teh sage dengan air hangat. Supaya teh meresap pada air hangat, bunda bisa menunggunya kurang lebih 15 menit sebelum bunda bisa meminumnya. Apabila bunda tidak suka teh pahit, bunda bisa menambahkan gula atau pemanis lain pada teh sage. Lakukan secara rutin sampai ASI benar-benar mampet.

  1. Brotowali

Mungkin ada sebagian bunda yang masih asing dengan nama brotowali. Brotowali ini sering digunakan masyarakat Jawa ketika menyapih si kecil yang sudah berusia 2 tahun. Brotowali ini adalah sejenis rempah atau jamu yang memiliki rasa yang begitu pahit. Bunda yang ingin mencoba menyapih si kecil menggunakan jamu satu ini, caranya cukup mudah. Bunda tinggal mengoleskan brotowali pada putting. Nantinya, putting yang sudah diolesi brotowali pastinya akan terasa pahit ketika si kecil menyusu. Dan rasa pahit itulah yang membuat si kecil tidak mayu lagi menyusu bunda karena rasanya tidak enak.

Setelah bunda mengetahui cara mudah untuk menghentikan ASI, bunda bisa memilih sesuai dengan cara yang bunda ingin lakukan. Untuk informasi tambahan tentang cara menghentikan ASI bisa berkunjung pada https://babyologist.com/blog/lima-tips-alami-menghentikan-asi-n3014

Bunda, Bahayakah Menyusui Sambil Tidur?

Bunda, Bahayakah Menyusui Sambil Tidur? 4

Menyusui sambil tidur adalah salah satu kebiasan para ibu ketika memberikan ASI pada buah hatinya. Para bunda merasa bahwa posisi tidur akan membuat bunda dan bayi lebih rileks. Terkadang saking rileksnya posisi tersebut, bunda dan bayi akan tertidur pulas. Namun, apakah kebiasaan menyusui sambil tidur itu baik menurut kesehatan? Bagi bunda yang ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk si buah hati, tak ada salahnya bunda mengetahui kebenaran tentang menyusui bayi dalam keadaan tidur. Informasi selengkapnya berikut ini.

 

Bahaya Menyusui Sambil Tidur

Kebanyakan bumil mengambil posisi tidur saat menyusui karena bumil merasa nyaman dengan posisi seperti itu. Belum lagi kurangnya bumil dalam beristirahat membuat posisi tidur adalah posisi terbaik untuk sejenak melepas kepenatan setelah berjam-jam mengasuh si buah hati. Tetapi, menurut para ahli kesehatan, menyusui sambil tiduran dirasa kurang baik untuk kesehatan bayi. Bahkan, ada juga yang mengatakan bahwa menyusui dalam posisi tersebut, jika tidak benar malah akan mendatangkan bahaya bagi si kecil. Inilah beberapa bahaya yang mengintai si kecil saat bunda memberinya susu sambil tidur.

  1. Membuat Bayi Tersedak

Ketika bunda mengambil posisi tidur, secara otomatis posisi bunda akan miring atau malah seperti di atas si kecil. Memang, posisi tersebut membuat aliran ASI yang diberikan banyak. Tetapi lama kelamaan, posisi itu malah dapat membuat aliran ASI yang masuk dalam mulut bayi semakin banyak. Saat bayi tidak dapat menampungnya, maka kemungkinan besar bayi akan tersedak. Padahal, jika tersedak bayi bisa saja langsung muntah. Bahkan yang lebih bahayanya lagi, saat bayi tersedak air susunya akan masuk pada paru parunya dan itulah yang ditakutkan terjadi saat bunda menyusui si kecil sambil tidur.

  1. Menyebabkan Iritasi

Mungkin bunda sering melihat bayi seperti bruntusan pada daerah sekitar pipi dan telinganya. Bruntusan atau bentolan kecil berwarna putih pada bayi tersebut biasanya disebabkan oleh cipratan ASI yang diminumnya. Tentu saja, ASI yang mengenai telinga atau kulit bayi akan menimbulkan iritasi dan membuat bayi terus-terusan rewel. Iritasi bisa terjadi saat bunda menyusui sambil tidur. Pada saat posisi tidur, aliran ASI mengucur deras pada mulut si bayi. Saking derasnya ASI akan mengenai telinga dan kulitnya sehingga menimbulkan iritasi pada si kecil.

  1. Membuat Bayi Sulit Bernapas

Tidak dapat dipungkiri memang posisi tidur adalah posisi yang menyenangkan ketika bunda menyusui bayi. Tetapi, jangan sampai bunda lengah, karena posisi tidur adalah posisi yang nyaman yang bisa sewaktu waktu membuat bunda tertidur. Pada saat tertidur bisa saja tubuh bunda atau payudara bunda menindih wajah si kecil sehingga si kecil susah bernapas. Jika hal tersebut terjadi dalam waktu yang lama, maka malah akan membuat si kecil dalam bahaya. Tidak hanya itu, dalam posisi tidur, ASI yang lancar dan terlalu banyak diproduksi membuat si kecil meminumnya terburu-buru sehingga ia pun akan kesulitan saat bernapas dan akhirnya malah bisa tersedak.

 

Tips Menyusui Sambil Tidur

Bagi bunda yang melahirkan dengan cara normal, biasakanlah untuk menyusui si kecil dengan posisi duduk karena posisi tersebut tidak akan membahayakannya. Tetapi, jika suatu saat bunda diharuskan menyusui dalam posisi tidur, khususnya bagi bunda yang melahirkan secara sesar dan masih sulit untuk duduk, tips untuk bunda ketika menyusui adalah gunakan bantal kecil untuk mengganjar si baby. Bantal tersebut berguna agar posisi payudara dengan baby sejajar. Bunda pun tidak boleh lengah ketika menyusui karena kelengahan bunda dapat mengakibatkan sesuatu hal yang fatal bisa saja terjadi. Simak informasi selengkapnya tentang menyusui sambil tidur di link https://babyologist.com/blog/bahayakah-menyusui-sambil-tiduran-n3179

Bunda, Ini Cara Mudah Memompa ASI dengan Pompa Manual

Bunda, Ini Cara Mudah Memompa ASI dengan Pompa Manual 5

Pompa manual adalah salah satu alat yang sering digunakan para ibu menyusui untuk memerah ASI pada payudaranya. Alasan yang paling banyak dikemukakan para bunda yaitu harga pompa manual yang lebih terjangkau dibanding pompa elektrik membuat para bunda lebih memilihnya. Meski begitu, ada beberapa bunda yang masih belum mengerti betul penggunaan pompa asi manual dengan benar. Efeknya, bukan ASI yang banyak yang bunda dapatkan, melainkan rasa nyeri pada payudara yang tidak kunjung usai setelah memerah ASI dengan pompa manual.

Sebelum bunda mengetahui cara memerah asi dengan pompa manual, bunda juga perlu tahu apa alasan para bunda memerah ASI nya? Alasan pertama adalah karena bunda ingin memberikan susu eksklusif kepada buah hatinya. Terutama, bagi bunda yang sibuk beraktivitas di luar rumah dan tidak selalu bisa dekat dengan buah hatinya, memerah ASI adalah jalan terbaik daripada bunda harus memberikan susu formula. Meski memerah ASI apalagi dengan pompa manual membutuhkan waktu lama, tetapi bagi kesehatan si buah hati, para bunda akan rela melakukannya.

Alasan yang juga tak kalah banyak dikemukakan para bunda adalah bunda ingin mengurangi nyeri pada payudaranya. Payudara akan terus memproduksi ASI selama bunda masih menyusui. Kadang kala, ada beberapa bunda yang stok ASInya sangat melimpah sehingga saat si kecil sudah tak mau lagi meminumnya, ASI pada payudaranya akan membuat sakit. Sakit datang bukan karena ada penyakit dalam payudaranya melainkan karena payudara yang kencang karena produksi ASI yang menumpuk pada payudara seharusnya sudah dikeluarkan tetapi si kecil sudah berhenti meminumnya. Dengan dikeluarkan ASI dengan pompa manual akan membuat payudara bunda terasa lebih rileks dan nyeri juga akan segera menghilang.

Memerah ASI dengan Pompa Manual

Pompa manual merupakan pompa yang sering digunakan para ibu untuk memerah ASI. Selain penggunaanya yang lebih mudah, harga pompa ASI manual juga lebih terjangkau karena hanya sekitar 20 ribuan saja. Meski dikatakan mudah dalam menggunakannya, tetapi masih ada bunda yang keliru dalam menggunakan pompa asi manual sehingga pompa malah akan melukai payudaranya. Makanya, agar bunda tetap bisa memerah ASI untuk si kecil, bunda wajib menyimak informasi tentang cara memerah ASI dengan pompa manual berikut ini.

Cara Memerah ASI Menggunakan Pompa Manual

Sebelum bunda menggunakan pompa manual untuk memerah ASI, bunda perlu memastikan terlebih dahulu bahwa pompa manual yang akan bunda gunakan dalam keadaan bersih. Cara membersihkan pompa manual sebelum digunakan adalah merebus atau mencuci pompa manual dengan air hangat sehingga bakteri pada pompa akan hilang dan ASI juga akan lebih steril.

Jika pompa sudah dalam keadaan bersih, pertama kali yang harus bunda lakukan adalah duduk dengan posisi rileks, yaitu dalam keadaan bersandar. Posisi bersandar dipercaya dapat memperlancar ASI keluar dari payudara. Letakkan corong pompa manual pada ujung payudara dan pastikan corong sudah terletak pada putting payudara. Mulailah bunda memerah ASI dengan melakukan gerakan menarik dan melepas seperti memainkan balon toet -toet. Saat ASI yang keluar hanyalah sedikit, cobalah untuk memposisikan pompa manual akan condong ke depan. Lakukan berulang-ulang selama kurang lebih 30 menit. Ketika cara penggunaan pompa benar, maka bunda tidak akan merasakan perih pada payudara. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara memerah ASI dengan pompa manual dapat diklik pada alamat web berikut https://babyologist.com/blog/cara-memerah-asi-menggunakan-pompa-manual-n3039

Bolehkah Bayi Mungil Naik Pesawat?

Bolehkah Bayi Mungil Naik Pesawat? 6

Umur berapa bayi boleh naik pesawat? Bayi adalah makhluk Tuhan yang masih begitu sensitive. Apabila bunda tidak begitu peka terhadap kesensitifan pada bayi, maka resikonya akan bunda tanggung seumur hidup. Bagi masyarakat kota, ketika bunda dan bayinya sudah merasa sehat, mereka pastinya tidak akan betah berada di rumah. Mereka akan memilih menghirup udara di luar rumah untuk sekedar mencari hiburan agar tidak cepat bosan. Namun, jika bunda adalah wanita yang tinggal di daerah pedesaan, maka mau tidak mau, bunda harus berada dalam rumah selama 40 hari lamanya.

Tidak usah memperdebatkan adat yang sudah ada karena apapun adat wanita setelah melahirkan, itu tergantung kepercayaan yang menjalaninya. Mungkin, alasan wanita harus tinggal di rumah selama 40 hari setelah melahirkan adalah untuk memulihkan kesehatannya sehabis melahirkan. Tetapi bunda juga tidak boleh menyalahkan wanita perkotaan yang menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan, padahal ia baru saja melahirkan seorang baby. Apapun alasannya, wanita pastinya ingin yang terbaik bagi dirinya dan bayinya.

Izin Bayi Naik Pesawat

Tidak akan menjadi masalah yang besar mungkin saat bunda hanya ingin mengajak si kecil jalan-jalan untuk menghirup udara segar. Palingan, bunda hanya akan mengajaknya jalan-jalan keliling kompleks atau paling jauh di taman kota dekat rumah. Lalu, apa jadinya saat bunda ternyata mempunyai rencana untuk membawa sang buah hati naik pesawat? Apakah hal itu tidak akan membahayakan si kecil? Bukankah si kecil masih terlalu sensitive dengan suara yang ada dalam pesawat? Dan muncullah pertanyaan dalam benak para bunda yang berniat untuk membawa buah hatinya jalan-jalan naik pesawat, pada umur berapa bayi boleh naik pesawat?

Bunda yang menginginkan bayi tetap sehat, bunda jangan langsung memutuskan sendiri soal mengajak bayi pergi naik pesawat karena keputusan bunda akan menentukan sehat atau tidaknya si kecil nantinya. Saat bunda memang harus pergi dan hal itu sudah tidak dapat ditunda lagi, maka bunda bisa menanyakan pada pihak penyedia pesawat. Biasanya, pihak maskapai akan memiliki aturan tersendiri bagi para penumpangnya, terutama jika penumpangnya adalah bayi yang masih begitu mungil. Bunda pun harus bertanya langsung pada pihak maskapai yang ingin bunda gunakan jasanya karena setiap maskapai memiliki kebijakan masing-masing soal penumpang mininya.

Umur Bayi Saat Boleh Naik Pesawat

Hampir semua maskapai memiliki peraturan yang mengatur tentang umur penumpang, termasuk penumpang yang masih bayi. Beberapa maskapai tidak mengizinkan bunda membawa bayinya naik pesawat ketika bayi baru saja lahir. Bunda pastinya tahu bahwa bayi yang baru lahir masih sangat peka dan harus beradaptasi dengan lingkungannya. Saat bunda membawa si kecil naik pesawat, organ pendengaran si kecil bisa terganggu karena suara yang ditimbulkan oleh pesawat. Maka dari itu, saat bunda benar-benar ingin mengajak si kecil naik pesawat, usia si kecil paling tidak sudah ada 2 minggu sampai 6 minggu. Pada usia tersebut bayi dikatakan sudah lebih aman untuk naik pesawat.

Tips Bayi Naik Pesawat

Sebenarnya jika tidak dalam keadaan darurat atau mendesak, alangkah baiknya bunda tidak mengajak bayi naik pesawat. Meskipun diperbolehkan, tetapi naik pesawat bukanlah hal yang bisa dilalui si kecil dengan mudah karena pada saat naik pesawat si kecil akan bertemu dengan resiko terkena penyakit atau bisa mengalami gangguan pada pendengarnya. Bagi bunda yang ingin mengajak bayinya masih begitu mungil, tips yang mesti bunda lakukan adalah membawakan si kecil penutup telinga saat mengajaknya naik pesawat. Tetapi, jika bunda merasa penutup telinga kurang nyaman bagi si kecil, bunda dapat menyusuinya pada saat take off dan landing pesawat. Menyusui dipercaya dapat mengurangi getaran suara yang diterima oleh bayi sehingga pendengarannya tidak akan terganggu. Untuk informasi lengkapnya tentang umur berapa bayi boleh naik pesawat, para pembaca dapat mengunjungi alamat https://babyologist.com/blog/umurberapabayibolehnaikpesawat-n816

Bunda Pintar, Inilah Penyebab dan Tips Atasi Telapak Tangan Berkeringat pada Anak

Bunda Pintar, Inilah Penyebab dan Tips Atasi Telapak Tangan Berkeringat pada Anak 7

Keringat adalah salah satu hasil metabolism tubuh yang biasanya keluar ketika melakukan aktivitas yang pada atau pada saat cuaca sedang panas. Keringat bisa dihasilkan oleh siapa saja, termasuk bayi yang baru lahir sekalipun. Adanya keringat pada bayi terkadang masih dianggap tabu oleh para bunda sehingga ketika bunda mendapati buah hatinya terus-terusan berkeringat, bunda akan langsung membawanya ke dokter karena saking khawatirnya dengan kesehatan si buah hati.

 

Penyebab Telapak Tangan Berkeringat Pada Anak

Bunda yang memiliki bayi mungil, ada baiknya bunda mengetahui penyebab keringat pada si kecil. Adanya keringat pada si kecil bisa disebabkan oleh cuaca yang panas. Misal, ketika bunda tinggal di daerah yang panas, seperti Jakarta. Pastinya, bunda akan sering menjumpai si kecil yang terus-terusan mengeluarkan keringat, terutama pada siang hari. Jika hal itu terjadi, bunda tidak usah bingung karena keringat yang dihasilkan oleh si kecil menunjukkan bahwa metabolism dalam tubuhnya sudah berjalan dengan baik.

Penyebab telapak tangan berkeringat pada anak dapat juga terjadi karena proses yang ada dalam tubuhnya, yaitu proses metabolism. Para bunda tentunya sering melihat si kecil yang tidur dengan nyenyaknya. Dalam tidurnya terkadang si kecil terus mengeluarkan keringat. Bunda pun heran mengapa keringatnya muncul padahal si kecil sedang tertidur pulas. Keringat yang muncul pada saat tidur menandakan bahwa metabolism pada tubuh anak sedang bekerja. Dengan adanya metabolism tersebut, maka tubuh dapat menghasilkan protein yang mana nantinya akan berguna untuk mendukung aktivitas si kecil.

Mungkin dari sekian penyebab, penyebab keringat pada bayi inilah yang sering ditakutkan oleh para bunda. Meskipun tidak semua keringat adalah tanda dari sebuah penyakit, tetapi bunda agaknya perlu mewaspadainya. Keringat yang dapat dikatakan berbahaya untuk si buah hati manakala keringat tersebut membuat bayi rewel terus-terusan. Bukan rewel karena cuaca yang panas, melainkan rewel karena produksi keringat pada tubuhnya membuatnya terganggu pola makannya bahkan si kecil juga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Makanya, jika keringat yang muncul membuat bayi tak bersemangat, ada baiknya bunda segera memeriksakannya ke dokter.

 

Cara Mengatasi Telapak Tangan Berkeringat pada Anak

Cara mengatasi telapak tangan yang berkeringat tentu saja harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika penyebab si buah hati berkeringat karena cuaca yang panas, bunda dapat menyiasati keringat tersebut dengan memakaikannya pakaian bayi yang mudah menyerap keringat. Bunda juga tidak perlu memakainkan kaos tangan pada si kecil agar nantinya keringat tidak sering terlihat pada telapak tangannya.

Namun, jika keringat yang muncul pada telapak tangan disebabkan oleh indikasi adanya penyakit yang mana sampai membuat anak kecil murung atau terus-terusan menangis. Bahkan, keringat berlebih yang menandakan adanya suatu yang tidak beres pada tubuhnya juga akan berpengaruh pada nafsu makannya dan semangatnya dalam melakukan aktivitas. Saat hal itu terjadi, ada baiknya bunda segera membawa si kecil ke dokter. Nantinya dokter yang akan mendiagnosa dan memberikan obat pada si kecil agar si kecil tidak terganggu dengan keringat yang terus merembes pada telapak tangannya. Tetapi, apabila si kecil masih dalam usia hitungan bulan, mintalah obat yang aman untuk dikonsumsinya yang tidak menimbulkan efek samping bagi si kecil. Jangan selepekan keringat pada tangan karena bisa membahayakan kesehatan si kecil. Bagi bunda yang ingin mengetahui informasi selengkapnya tentang telapak tangan berkeringat pada anak, bisa membuka link berikut https://babyologist.com/blog/waspadai-keringat-pada-telapak-tangan-dan-kaki-bayi-n1644.

Cara Mengatasi Cradle Crap Pada Bayi

Cara Mengatasi Cradle Crap Pada Bayi 8

Ketika buah hati kita mengalami masalah, pasti kita akan langsung khawatir dan bingung. Tubuh yang masih rentan membuat bayi mudah terkena penyakit. Salah satunya adalah muncul kerak di kulit kepala. Gangguan kulit ini seperti borok atau kulit yang kering. Tidak hanya muncul di kepala, namun juga sering muncul di telinga, wajah, lipatan kulit dan leher. Gangguan ini tidak membahayakan namun bisa membuat kondisi kulit semakin buruk. Berikut ini beberapa cara mengatasi cradle crap atau kerak pada kulit bayi.

Sebelumnya kita akan membahas tentang penyebab penyakit ini. Biasanya gangguan kulit ini dialami oleh bayi yang baru lahir. Bagian kulit kepala akan terlihat rumah bersisik seperti ketombe. Jika dirawat dengan benar, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya. Tidak perlu obat khusus yang sulit didapatkan. Namun bila tidak diatasi dengan baik, bisa bertahan hingga berbulan-bulan.Tidak diketahui dengan pasti penyebabnya. Namun bisa dikarenakan tingginya hormon yang diterima bayi oleh ibunya. Bukan masalah yang besar dan berbahaya

Jaga Kelembaban Kulit Kepala

Selalu jaga kelembaban kulit kepala bayi. Hindari dari air dan keringat yang berlebih. Karena bisa membuat gangguan ini tidak cepat kering dan lepas sendiri. Kulit kepala yang terlalu lembab, akan membuat rasa gatal di kepala. Tentunya ini tidak nyaman bagi bayi. Jika kulit bayi terlalu basah, bisa dikeringkan dengan tisu atau lap kering.

Gunakan Air Hangat

Untuk melunakan borok yang keras dan menempel di kulit kepala, bisa dengan menggunakan air hangat. Teteskan air hangat sedikit demi sedikit dengan lap. Ini akan membantu borok cepat lunak dan dibersihkan. Setelah dilakukan perawatan ini, kulit kepala harus langsung dikeringkan. Lakukan secara rutin setiap harinya, sampai gangguan kulit kering di kepala hilang.

Bayi Oil

Selain menggunakan air hangat, anda juga bisa menggunakan baby oil. Balurkan baby oil di seluruh bagian kulit kepala yang terkena candle cap. Diamkan beberapa menit, kemudian bersihkan dengan menggunakan kapas lembut atau tangan. Anda juga bisa menambahkan sedikit pemijatan di kepala supaya melancarkan aliran darah. Setelah itu langsung bersihkan sampai kering.

Potong Rambut

Jika bayi anda memiliki rambut yang lebat, lebih baik dipotong terlebih dahulu. Memotong rambut akan membuat perawatan kulit kepala lebih mudah. Selain itu luka akan lebih cepat kering dan tidak mengotori rambut kepala. Jika masih ada rambut, akan membuat proses perawatan tidak maksimal.

Gunakan Washlap atau Sikat Lembut

Jika tidak memotong rambut, anda bisa membersihkan kerak yang kering dengan washlap atau sikat lembut. Setelah dilunakan dengan air hangat atau baby oil, kemudian angkat kotoran dengan sikat lembut. Usap dari depan ke belakang secara rutin sampai semua kotoran hilang dan bersih. Lakukan secara perlahan, supaya tidak melukai kulit kepala bayi.

Cuci Bersih

Setelah dibersihkan, cuci bersih kulit kepala dengan menggunakan air hangat dan baby shampoo. Cuci sampai bersih kemudian keringkan. Jangan biarkan kulit kepala lembab, karena akan membuat kondisi penyakit semakin parah.

Jika sudah terlihat gejalanya, segera lakukan perawatan secara rutin. Bersihkan setiap hari dan keringkan, ini akan membuat cradle cap cepat kering dan hilang. Jangan gunakan sisir yang kasar karena bisa membuat kulit kepala lecet. Selain itu jangan dihilangkan secara paksa. Namun harus dilunakan secara perlahan.informasi lebih lanjut bisa cek di artikel https://babyologist.com/blog/cradle-cap-pada-bayi-n6183.