Apakah Wajar Ketika Bayi Tertawa Saat Tidur? Apa Penyebabnya?

Bagi para orang tua, melihat bayi yang tersenyum tentu menjadi suatu kebahagiaan tersendiri membuat si kecil juga terlihat lebih manis dan lucu. Apalagi ketika si kecil tersenyum atau saat bayi tertawa saat tidur, menampilkan wajahnya yang lugu dan polos. Tentu saja sebagai orang tua akan gemas melihatnya bahkan sering berpikir apa penyebab si kecil bisa terlihat begitu bahagia saat tertidur.

Apakah Wajar Ketika Bayi Tertawa Saat Tidur? Apa Penyebabnya? 1

 

Apakah Wajar Jika Bayi Tertawa Ketika Tidur?

Adalah normal bagi bayi untuk tertawa saat mereka tidur. Namun, dalam beberapa kasus, tertawa saat tidur dapat mengindikasikan suatu kondisi yang disebut kejang gelastik. Kejang gelastik merupakan serangan kejang singkat yang membuat anak tertawa selama 10-20 detik. Kondisi ini biasanya terjadi saat bayi berusia 10 bulan.

Gejala mungkin muncul saat bayi Anda terbangun di sela-sela waktu tidurnya atau saat bayi terlelap. Selain tertawa, gejala kejang gelastik yang lain yaitu berceloteh, membuka mata dan terus menatap satu titik yang sama, mengecap bibir, mengerang, tersenyum, atau tiba-tiba terkejut, kaget, atau panik ketika tidur.

Jika anak Anda mengalami gejala tersebut setiap hari, segera temui dokter untuk mengetahui penyebabnya. Mendiagnosa kejang gelastik pada anak-anak sangat sulit, dan tersenyum bukan berarti mengalami kejang gelastik sehingga tidak bisa digunakan sebagai salah satu kriteria untuk diagnosa.

Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir asalkan pola tidur si kecil tetap teratur serta pemberian ASI eksklusif yang rutin untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Sebaiknya juga selalu perhatikan perubahan si kecil meskipun hanya sedikit sehingga bisa langsung memberikan pertolongan jika dirasa merugikan si kecil. Selalu awasi si kecil dan pastikan selalu terpantau dengan baik.

bayi tertawa saat tidur termasuk hal yang normal dan memang merupakan fase tidurnya. Orang dewasa bahkan terkadang bisa tertawa saat tidur dan itu merupakan hal yang wajar. Yang penting adalah si kecil tetap tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan usianya.

Alasan Bayi Tertawa Dalam Tidur Sesuai Usianya

 1. Bayi Berusia 0 – 8 Minggu

Bayi memang tersenyum maupun tertawa bahkan sejak baru lahir. Hanya saja sebelum ia menginjak usia 8 minggu, senyuman yang ditunjukkan bukanlah senyuman yang sesungguhnya. Banyak pendapat mengenai penyebab bayi tertawa dalam tidur pada usia ini.

Ada yang berpendapat bahwa bayi mengeluarkan gas dari mulutnya sehingga bayi terlihat seperti sedang tersenyum. Hanya saja kondisi ini juga belum bisa dipastikan karena bayi tentu tertawa saat mulutnya terbuka. Sehingga tentu bayi tidak perlu tertawa apabila ingin mengeluarkan gas.

Ada juga yang berpendapat bahwa ini merupakan refleks bayi yang membuat bayi tertawa dalam tidur. Refleks ini sama dengan saat bayi menghisap dot, jempol, payudara, empeng, dll tanpa ia sadari. Ada juga yang menghubungkan reaksi ini dengan REM (Rapid Eye Movement).

Tahap REM ini juga dialami oleh orang dewasa yang terjadi kira-kira pada ¼ dari waktu tidur secara keseluruhan dan ini yang kita kenal sebagai mimpi. Berbeda dengan orang dewasa, bayi membutuhkan kira-kira ½ dari waktu tidurnya pada tahap REM.

Lalu pertanyaannya, apakah bayi bermimpi? Sebenarnya belum ada penelitian yang membuktikan hal ini. Apabila bayi bermimpi, mungkin apa yang dialaminya sehari-hari akan terbawa ke dalam mimpinya. Lalu mungkin saja bayi tertawa saat tidur karena ia bermimpi dan ada juga yang berpendapat bahwa REM menyebabkan otot wajah bayi tertarik sehingga bayi menjadi tersenyum atau tertawa. Bisa juga karena emosi di dalam bayi yang menyebabkan hal ini.

 2. Bayi 8 Minggu ke Atas

Bayi di atas usia 8 minggu biasanya sudah mulai memberikan senyum sosial pertama mereka. Di usia tersebut, bayi sudah mulai mengenali wajah-wajah di sekitarnya sehingga membuatnya bahagia dan tersenyum maupun tertawa. Bayi akan tersenyum sebagai tanda gembira dan juga untuk mengekspresikan emosinya baik itu melalui pandangan, sentuhan, maupun suara di sekitarnya.

Bayi akan menganggap apa saja yang ada disekitarnya terlihat menarik sehingga hal-hal kecil yang lucu tentu membuatnya tersenyum dan tertawa bahagia. Namun seiring bertambahnya usia, bayi tertawa saat tidur juga akan semakin berkurang.

Memahami Siklus REM (Rapid Eye Movement)

Untuk memahami fenomena ini, mari kita pelajari lebih lanjut tentang REM. REM adalah tahap di mana seseorang bermimpi. Ini terjadi sekitar 1-1,5 jam setelah seseorang mulai tertidur. Mata manusia bergerak sangat cepat ke berbagai arah saat memasuki fase REM.

Gelombang otaknya berbeda, tapi hampir sama saat terjaga. Tertawa saat tidur biasanya terjadi selama tahap REM, tetapi juga terjadi selama tahap non-REM. Hal ini juga sering dikaitkan dengan parasomnia, gerakan abnormal saat tidur, dan kondisi atau persepsi yang memicu emosi saat tidur.

Mengenal Parasomnia

Tertawa saat tidur juga bisa terjadi pada fase non-REM atau fase antara tertidur dan terjaga. Kondisi ini dikenal sebagai parasomnia dan termasuk sleepwalking dan teror tidur. Kejadian ini biasanya berlangsung kurang dari satu jam.

Parasomnia memang sering terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa. Parasomnia terjadi karena sejumlah alasan, termasuk kurang tidur, perubahan jadwal tidur, genetika, penggunaan obat yang mengandung bahan penenang, dan stres.

Bayi Tertawa Saat Tidur, Bentuk Refleks Respon Terhadap Mimpi

Sebenarnya, bayi yang tersenyum atau tertawa saat tidur bukan hal yang harus dikhawatirkan. Kondisi ini memang sudah sering terjadi terutama pada bayi yang baru lahir dan termasuk fenomena fisiologis yang tidak berbahaya.

Meskipun ada para peneliti yang berpendapat bahwa kondisi ini karena bayi mengalami fase tidur REM, ada kemungkinan juga karena reaksi terhadap mimpi yang sedang dialaminya sehingga membuat bayi tersenyum dan tertawa. Tubuh bayi terkadang tidak sadar dan refleks bergerak saat tidur.

Maka dari itu pastikan agar si kecil tetap memiliki waktu tidur yang cukup dan juga mengikuti jam tidurnya setiap hari. ini bukan hanya membuat si kecil tertidur dengan lebih lelap namun juga membantu mendukung tumbuh kembangnya hingga ia dewasa. Jadi bukan hanya fokus pada makanan yang ia konsumsi namun juga waktu tidurnya.

Orang tua juga sebaiknya memperhatikan tumbuh kembangnya setiap hari dan melihat kondisi atau kelakuan si kecil. Jika sepertinya terdapat perbedaan baik itu pada saat ia sadar ataupun ketika tidur, bisa segera berkonsultasi dengan dokter sehingga bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Berbicara dengan si kecil juga akan membantu meningkatkan responnya terhadap penglihatan dan suara.

Anda bisa mendapatkan informasi tentang bayi tertawa saat tidur melalui web dr brown. DrBrown’s merupakan salah satu merek perlengkapan bayi paling populer dan direkomendasikan seperti botol susu, teether, humidifier, pompa ASI, dan masih banyak lagi dengan menggunakan bahan yang aman dan berkualitas untuk ibu dan bayi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.